TTD Rekap Hasil Penghitungan Suara Dipalsu

Politik&Pemerintahan

TTD Rekap Hasil Penghitungan Suara Dipalsu

Memo Timur Online | Rabu, 13 November 2013 - 08:51:02 WIB | dibaca: 261 pembaca

Tanda tangan oknum PPS Desa Gugut, Rambipuji diduga dipalsu anggota

Jember, Memo    
Pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2013 sudah kelar Agustus lalu.
Namun, berbagai persoalan di tingkat bawah masih menyisakan polemik. Anehnya, hal itu seakan lepas dari pengawasan Lembaga Pengawas Pemilu Kabupaten  (Panwaskab) dan terkesan tutup mata.
Seperti yang terjadi di Desa Gugut, Rambipuji. Salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) saat rekapitulasi sertifikat hasil penghitungan suara Pilkada Jatim tidak berada di tempat. Sehingga tanda tangan terpaksa dipalsu anggota lain.
“Salah satu anggota PPS saat rekap hasil penghitungan tak ada di tempat.  Sehingga tanda tangan di form itu dipalsu anggota lain Mas,” ujar Warso, warga setempat.
Menurutnya, anggota PPS yang memalsu itu adalah  Tn -  istri Kades setempat. Dugaan ada tanda tangan dipalsu semakin kuat setelah dicocokkan dengan tanda tangan asli ternyata tidak sama. Tetapi hal itu lepas dari pantauan Panwaslukab.
“Ini sudah jadi rahasia umum Mas. Tapi dibiarkan Panwaskab dan sampai sekarang tidak ada tindakan hukum apapun,” ujarnya.
Dia minta agar yang bersangkutan dipecat dari anggota PPS. Hal itu  agar dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, tak terjadi hal serupa.
Dia juga meminta agar Panwaslukab mengusut dugaan tanda tangan palsu dan menindaknya bila ada unsur tindak pidana pemilu.
“Kalau ada unsur tindak pidana harus diproses sesuai hukum. Tn itu harus dipecat dari anggota PPS karena tak tanggungjawab atas tugasnya,” ujarnya tegas.
Di sisi lain, seorang anggota Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Desa setempat, mengatakan hal itu bukan ranah tugasnya terkait administratif. Pihaknya hanya mengawasi kinerja PPS di lapangan dan pelaksanaan Pilgub.
“Saya tak berwenang menjawab soal administrasi di PPS Mas. Soalnya, tugas saya hanya mengawasi masalah kinerjanya saja,” ujar anggota PPL.
Namun, dia membenarkan ada anggota PPS saat rekapitulasi hasil penghitungan suara. Sehingga tanda tangan diduga dipalsu. Sementara pihaknya secara lisan melaporkan ke Panwascam terkait ada dugaan tanda tangan palsu.
“Sudah saya laporan lisan soal ini Mas,” ujarnya.
Di tempat lain, Ketua PPS, Saiful Ansori, membenarkan ada anggota PPS yang tak datang saat rekap penghitungan suara karena sakit. Dia sempat datang ke rumahnya dan minta tanda tangan di form kosong. Soal tidak saam dia maklum karena yang bersangkutan sedang sakit.
“Kalau tanda tangannya tak palsu Mas. Kita datangi dia ke rumahnya minta tanda tangan form kosong. Tidak sama karena kondisi Tn saat itu sakit,” ujar Ketua PPS Desa Gugut, Saiful Ansori.(roy)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar