Budidaya Terong Mini, Obat Diabetes Alami

Ekonomi

Budidaya Terong Mini, Obat Diabetes Alami

Memo Timur Online | Rabu, 18 Desember 2013 - 12:27:41 WIB | dibaca: 1519 pembaca

Salah seorang warga sedang memetik buah terong mini yang bisa dijadikan obat diabetes

Jember, Memo
Penderita Diabetes biasanya tidak hanya terganggu kadar gula darahnya, tapi juga berimbas pada memburuknya kolesterol darah.
Penderita diabetes diharuskan menjaga makanan, termasuk dengan buah-buahan manis. Tapi bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan buah.
Selain itu, penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi sembarangan makanan apalagi yang berhubungan dengan glukosa, karenanya diperlukan kontrol yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul. Orang yang menderita diabetes harus makan makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu di bawah 55.
“Hal ini untuk membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat diabetes semakin parah,” ujar M. Rizal, mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Menurutnya, penyakit diabetes ini tidak hanya diderita oleh orang yang berusia lanjut saja. Melainkan juga bisa diderita oleh anak-anak remaja. Itu karena pengaruh gaya hidup modern saat ini.  Mahalnya harga obat diabetes yang diproduksi pabrik dan beredar di pasaran nampaknya cukup berdampak pada daya beli masyarakat yang kurang.
Rizal lebih lanjut mengatakan, terlebih lagi bagi masyarakat yang ekonomi menengah kebawah. Sehingga hal ini menyebabkan penderita enggan untuk membeli obat dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit diabetes yang dideritanya semakin parah bahkan bisa menimbulkan kematian.
Namun, di salah satu rumah, tepatnya di Jl. Danau Toba II, Lingkungan Pani, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, ada budidaya tanaman obat keluarga (toga) unik dan jarang dibudidayakan banyak orang. Itulah tanaman obat bernama terong mini.
Ternyata, tanaman ini dibudidaya dan dirawat oleh seorang pensiunan karyawan Puslit dan Kakau Jember bernama Muhajir (68), warga setempat.
Sekilas terlihat tidak ada yang istimewa dari tanaman tersebut. Buahnya sangat mungil dan nampak mengkilap. Begitu pun tangkainya tak berduri dan daunnya tidak jauh beda dengan terong sayur biasanya.
Hanya saja, buah terong meni ini dipercaya mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satunya adalah penyakit diabetes. Uniknya, tanaman ini tidak diperjual belikan. Setiap warga yang datang, dengan ramah pemilik tanaman membagikannya dengan gratis.
“Sementara ini tidak pernah dijual ke orang yang datang membutuhkan tanaman ini mas. Saya ingin, mereka yang datang bisa sembuh dari penyakitnya dan tetap sehat,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.
Muhajir mengaku mendapatkan tanaman terong mini dari salah satu pegawai PTPN di Bengkulu. Saat itu, dirinya mengaku hanya dikasih dua bibit saja. Berdasarkan keterangan dari pegawai tersebut, banya orang di Begkulu saja biasa mengkonsumsi buah yang rasanya pahit tersebut sebagai obat diabetes.
“Saat itu saya cuma dikasih dua bibit saja dan dikembangkan di kebun kecil mas. Ternyata, manfaatnya luar biasa untuk keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Selain banyak mengandung manfaat obat, tanaman ini juga bisa berbuah sepanjang tahun tanpa henti. Bahkan, sekalipun tidak disiram tetap berbuah dan hidup. Buahnya pun lebat sekali. Sehingga meski banyak orang yang datang meminta buah terong mini tersebut tidak pernah habis.
“Saya berharap tidak hanya saya yang membudidayakan tanaman ini mas. Agar semua orang bisa terbebas dari penyakit diabetes,” tambahnya.
Salah satu warga  yang sembuh dari penyakit diabetes usai mengkonsumsi terong mini dialami Jumarto (67) warga Dusun Curahtepas, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. Saat itu, dirinya tengah berobat ke dokter dengan gula darah 360. Mulanya, berkali-kali mengkonsumi obat penurunan gula darah tidak maksimal.
“Setelah beberapa kali datang berobat ke rumah sakit, saya ketemu pak Muhajir dan disarankan agar mengkonsumi obat terong mini tersebut. Alhamdulilah, begitu diperiksa ke doter lagi ternyata turun menjadi 130,” ujar Jumarto, saat ditemui wartawan ini di tempat terpisah kemarin.
“Bahkan, sejak saya divonis diabetes saya tidak bisa berhubungan badan dengan istri mas. Dengan mengkonsumsi terong ini, tidak hanya sekedar gula darah normal tapi bisa langsung berhubungan badan,” tambahnya.
Hal serupa juga diungkapkan KH. Amar Baadir (75) warga Jl. Mastrip, Lingkungan Panji, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, karena mengetahui kasiat tanaman tersebut, dirinya rajin mengkonsumsi untuk kesehatan. “Karena saya tahan dengan pahitnya, saya makan begitu saja buah tersebut. Dan saya sangat sehat,” terangnya.
Kemanjuran obat tersebut semakin menyebar di kalangan masyarakat, hingga banyak orang yang mengetahui hal tersebut. “Karena kasiatnya, saya sering mengirim buah tersebut ke Jakarta, Bandung dan daerah lain untuk obat pada kenalan saya. Itupun saya kasih secara gratis sebagai amal ibadah menuju akhirat nanti,” terang Jumarto. (roy)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar