Baru Nikah Sirri, Wiwik Bunuh Diri

Peristiwa

Baru Nikah Sirri, Wiwik Bunuh Diri

Memo Timur Online | Rabu, 06 November 2013 - 10:57:13 WIB | dibaca: 202 pembaca

foto ilutasi

Situbondo, Memo
Ketenangan warga Dusun Pandera, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, mendadak gempar, Senin (4/11) sekira pukul 12.00 WIB.
Betapa tidak. Wiwik (30), wanita yang baru menikah 4 bulan lalu tewas menggantung di kamar rumahnya.
Bagian leher wanita asal Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, terjerat tali plastik yang bagian ujungnya diikat ke kayu atap rumah.
Wiwik diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran tak tahan himpitan ekonomi keluarganya.
Keterangan Memo, Wiwik ditemukan gantung diri oleh suaminya Kacung (39), warga Desa Pandera, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih.
Sepulang kerja dari buruh tebang tebu, Kacung merasakan firasat tidak enak. Apalagi, setelah beberapa saat beristirahat di depan rumah, Kacung tak kunjung bertemu istri tercintanya.
Saat itulah dia bergegas masuk kamar mencari istrinya. Betapa terkejutnya saat dia melihat tubuh istrinya kaku menggelantung di pojok kamar.
Sontak Kacung, teriak histeris hingga membuat warga berdatangan. Saat baru ditemukan, Wiwik sudah tidak bernyawa dengan lidah menjulur.
“Tadi malam dia masih sempat saya kasih uang belanja Rp 40 ribu tetapi dikembalikan dan hanya diambil Rp 20 ribu. Saya tak tahu kenapa istri saya nekat begini,” tandas Kacung.
Dibantu warga polisi segera menurunkan jasad Wiwik yang menggantung. Berikutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diotopsi.
Alhasil korban dipastikan tewas karena gagal pernafasan. Tak ditemukan tanda bekas penganiayaan.
“Hasil pemeriksaan medis mengarah bunuh diri. Tapi kami tetap akan memintai keterangan saksi. Termasuk suami  dan tetangganya,” tandas Kapolsek Banyuputih Iptu Aryo Pandanaran.
Tak diketahui pasti penyebab korban berbuat nekat itu. Namun, hasil keterangan di lapangan mengarah soal himpitan ekonomi. “Yang jelas, korban memang baru menikah dengan suaminya sekitar 4 bulan lalu. Tapi pernikahannya tidak terdaftar di KUA atau nikah sirri,” pungkas mantan KBO Satreskrim Polres Situbondo itu.(st1/nul)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar